Ruang Palu – Kasus penemuan mayat seorang pria berinisial AS (52) di ruang tamu rumahnya di Jalan Padat Karya, Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, mengguncang warga setempat. Pria tersebut ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka pada bagian wajah yang diduga akibat tindak kekerasan. Polisi kini tengah menyelidiki dugaan pembunuhan yang menimpa korban.
Kapolsek Palu Selatan AKP Muhammad Kasim mengonfirmasi bahwa timnya segera turun ke lokasi begitu menerima laporan dari warga sekitar. “Kami langsung mengamankan lokasi, memasang garis polisi, dan mengumpulkan keterangan saksi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP),” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (20/10/2025).
Korban pertama kali ditemukan oleh adik kandungnya, SS (51), sekitar pukul 19.10 WITA, Minggu malam (19/10). SS yang saat itu hendak berkunjung ke rumah kakaknya terkejut mendapati pintu depan rumah dalam keadaan tidak terkunci. Saat masuk ke ruang tamu, ia melihat AS tergeletak di lantai dalam posisi miring, dengan darah yang sudah mulai mengering di sekitar wajah dan leher korban.
Panik, SS langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Beberapa tetangga kemudian datang membantu dan menghubungi pihak kepolisian Polsek Palu Selatan. Tak lama berselang, tim Inafis Polresta Palu tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan luka memar dan robek pada wajah dan pelipis korban, serta jejak benturan keras di bagian kepala belakang. Tidak ditemukan tanda-tanda perlawanan di dalam rumah, namun beberapa barang pribadi korban, seperti telepon genggam dan dompet, dilaporkan hilang. Hal ini menimbulkan dugaan kuat bahwa korban menjadi korban perampokan yang berujung pembunuhan.
Menurut keterangan warga, AS dikenal sebagai sosok pendiam dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Ia tinggal sendirian di rumah tersebut setelah bercerai dari istrinya beberapa tahun lalu. Sehari-hari, korban bekerja sebagai tukang servis elektronik di kawasan Jalan Zebra, Palu.
Salah seorang tetangga, Arman (45), mengaku sempat mendengar suara benturan keras dari arah rumah korban pada malam kejadian. “Sekitar jam tujuh kurang, saya dengar suara seperti barang jatuh atau orang ribut. Tapi karena cuma sekali, saya tidak curiga,” tuturnya kepada wartawan.
Sementara itu, Kapolsek AKP Kasim menegaskan bahwa penyelidikan masih terus dilakukan. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk warga yang terakhir kali melihat korban pada sore hari sebelum kejadian. “Kami sudah mengamankan beberapa barang bukti dan sedang menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Bhayangkara Palu untuk memastikan penyebab kematian korban secara pasti,” jelasnya.
Jenazah AS telah dibawa ke ruang forensik untuk dilakukan autopsi. Pihak keluarga berharap polisi segera mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tragis tersebut. “Kami hanya ingin keadilan untuk kakak saya. Kalau memang dibunuh, pelakunya harus dihukum seberat-beratnya,” ujar SS dengan suara bergetar.
Kasus ini menjadi sorotan publik di Kota Palu mengingat tingginya tingkat kriminalitas di beberapa wilayah perumahan pinggiran kota dalam beberapa bulan terakhir. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melapor jika mencurigai adanya aktivitas tidak wajar di lingkungan tempat tinggal.
Sampai berita ini diturunkan, tim Reskrim Polresta Palu masih melakukan penyelidikan intensif dan memeriksa rekaman CCTV dari rumah tetangga sekitar untuk melacak kemungkinan pelaku yang keluar masuk kawasan Jalan Padat Karya pada malam kejadian.





