Pemkot Palu berupaya kendalikan laju inflasi melalui pasar murah

oleh -585 Dilihat
oleh

Pemerintah Kota Palu Gelar Operasi Pasar Murah untuk Kendalikan Inflasi dan Perkuat Ketahanan Ekonomi Masyarakat

Ruang Palu – Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), berupaya mengendalikan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui operasi pasar murah. Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, terutama kelompok rentan.

“Pasar murah dilaksanakan untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu, Andriani, di Palu, Rabu (29/10/2025).

Ia menjelaskan, operasi pasar murah menjadi bagian dari strategi Pemkot Palu dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok serta daya beli masyarakat. Kegiatan ini juga ditujukan untuk meringankan beban warga yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Kegiatan ini digelar selama dua hari, 28–29 Oktober 2025, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan menekan laju inflasi di Kota Palu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah, tingkat inflasi Kota Palu pada September 2025 tercatat sebesar 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,97, menjadikan Palu sebagai kota dengan inflasi terendah di provinsi ini.

Dalam operasi pasar murah tersebut, Pemkot Palu melalui Disperindag menyediakan berbagai bahan pokok, antara lain: 140 sak beras, 1 ton gula pasir, 1 ton minyak goreng, masing-masing 150 kilogram bawang merah dan bawang putih, serta 600 kilogram tepung terigu.

Harga bahan pokok yang dijual di pasar murah telah disubsidi pemerintah, sebagai berikut:

  • Beras kemasan 5 kilogram: Rp50.000

  • Gula pasir: Rp12.500 per kilogram

  • Minyak goreng: Rp11.000 per liter

  • Bawang merah: Rp33.000 per kilogram

  • Bawang putih: Rp35.000 per kilogram

  • Tepung terigu: Rp7.500 per kilogram

Andriani menambahkan, seluruh bahan kebutuhan pokok bersubsidi ini ditujukan bagi masyarakat Kota Palu yang tercatat dalam DTKS dan PKH. “Bahan pokok bersubsidi di pasar murah ini memang khusus untuk masyarakat Kota Palu yang masuk dalam DTKS dan PKH. Hal ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum pasar murah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan harga lebih terjangkau sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.