, , ,

Pemkot Palu: Harga bawang merah melonjak Rp60 ribu per kilogram

oleh -1288 Dilihat

Palu – Pemerintah Kota Palu menyampaikan bahwa harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai Rp60 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini cukup mengejutkan masyarakat, mengingat bawang merah merupakan salah satu bahan pokok utama yang sangat dibutuhkan dalam aktivitas dapur sehari-hari.

Lonjakan Harga Terpantau di Pasar Tradisional

Menurut data yang dihimpun dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palu, lonjakan harga bawang merah terpantau di beberapa pasar besar, seperti Pasar Inpres Manonda, Pasar Masomba, dan Pasar Tavanjuka.

Sebelumnya, harga bawang merah di pasaran berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram. Namun dalam dua pekan terakhir, harga tersebut melonjak drastis hingga menembus Rp60 ribu.

“Kami mencatat ada kenaikan signifikan, dan ini tentu berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat,” ujar Kepala Disperindag Kota Palu.

Penyebab Utama Kenaikan Harga

Pemkot Palu menyebutkan bahwa kenaikan harga bawang merah dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya:

  1. Pasokan terbatas akibat cuaca buruk yang menghambat distribusi dari sentra produksi.

  2. Meningkatnya permintaan menjelang perayaan hari besar dan hajatan masyarakat.

  3. Biaya distribusi yang meningkat seiring kenaikan harga BBM non-subsidi.

“Kondisi ini bukan hanya terjadi di Palu, tetapi juga di sejumlah daerah lain di Sulawesi Tengah,” tambahnya.

Harga bawang
Harga bawang

Baca juga: RSUD Undata Palu terima rujukan korban gempa di Poso

Dampak Terhadap Masyarakat

Lonjakan harga bawang merah membuat masyarakat, khususnya pedagang kecil dan ibu rumah tangga, harus mengatur ulang pengeluaran belanja harian. Beberapa pedagang makanan di Palu bahkan mengaku terpaksa mengurangi penggunaan bawang merah dalam olahan mereka untuk menekan biaya produksi.

“Kalau harga segini, kami terpaksa hemat bawang merah. Kalau tidak, harga jual makanan juga harus naik, nanti pelanggan kabur,” kata salah satu pedagang nasi kuning di Pasar Inpres Manonda.

Langkah Pemkot Palu

Untuk meredam gejolak harga, Pemkot Palu melalui Disperindag telah berkoordinasi dengan Bulog dan distributor untuk memastikan ketersediaan stok. Pemkot juga berencana menggelar operasi pasar murah dalam waktu dekat agar masyarakat bisa mendapatkan bawang merah dengan harga lebih terjangkau.

“Kami akan lakukan intervensi pasar melalui operasi murah. Semoga langkah ini bisa menekan harga sekaligus membantu masyarakat kecil,” tegas pejabat Pemkot Palu.

Harapan ke Depan

Masyarakat berharap agar pemerintah dapat segera menstabilkan harga bawang merah dan bahan pokok lainnya. Selain operasi pasar, warga juga mendorong adanya penguatan distribusi dari sentra produksi bawang merah nasional ke wilayah Sulawesi Tengah.

“Semoga cepat normal lagi. Bawang merah ini kebutuhan sehari-hari, jadi kenaikannya sangat terasa bagi kami,” ujar seorang ibu rumah tangga di Palu.

Penutup

Lonjakan harga bawang merah di Kota Palu hingga Rp60 ribu per kilogram menjadi tantangan serius bagi pemerintah dan masyarakat. Dengan langkah cepat berupa operasi pasar dan penguatan distribusi, diharapkan harga bisa kembali stabil sehingga tidak terlalu membebani warga.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.